Alun - Alun Batang

Salah satu ikon Kabupaten Batang berupa tulisan "BATANG" yang terletak di Alun - alun Batang

Gerbang Veteran

Gerbang menuju Pendopo Kabupaten Batang ini terletak di Jalan Veteran (Sebelah Selatan Alun - Alun Batang)

Ketua Majelis Syuro di Kampoeng Batik

Ketua Majelis Syuro PKS Dr. Salim Segaf Al Jufri mengunjungi Kampoeng Batik Kauman Kota Pekalongan

Ketua Majelis Syuro PKS

Dr. Salif Segaf Al Jufri memberikan Taujihnya di ratusan kader PKS seluruh Daerah Dakwah 10 di Ruang Paripurna DPRD Kota Pekalongan

Para Pimpinan PKS

Para Pimpinan PKS yang terdiri dari Ketua Majelis Syuro, Ketua DPW Jateng, Ketua Daerah Dakwah 10 Jateng dan Anggota Majelis Pertimbangan Pusat PKS

Tampilkan postingan dengan label Islam Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam Nusantara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Oktober 2012

“Ghaib”, Game Mengusir Setan Ciptaan Mahasiswa ITB

Seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) membuat game horor berjudul Ghaib. Mengangkat tema lokal, senjata pengusir hantunya cukup membacakan ayat suci Al Quran. Game yang dibuat selama dua tahun itu cukup seru dan menegangkan.
Game buatan Satrio Dewantono, 21 tahun, itu tengah dipamerkan di acara Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi dan Informasi (Gemastik) di ITB yang berlangsung Rabu – Kamis, 10-11 Oktober 2012. Game tiga dimensi (3D) itu juga lolos sebagai finalis di kategori permainan pada acara tersebut. Sejumlah pengunjung antri menonton dan memainkannya di Campus Center barat ITB.
Ghaib terdiri dari 6 level. Setiap level yang masih terangkai dalam satu cerita, berlatar tempat berbeda. Diantaranya di dalam hutan, Puskesmas, dan kuburan. “Hantunya ada kuntilanak, pocong, dan palasik (kepala terbang),” ujarnya di ITB, Rabu, 10 Oktober 2012.
Kisah game itu berawal dari kakak adik Ikrar dan Alya yang mengalami kecelakaan mobil saat malam hari. Keduanya lalu terpisah di lokasi kecelakaan yang dekat kawasan hutan. Pemain yang menjadi Ikrar, berusaha mencari Alya.
Pencarian itu mendebarkan. Hanya berbekal lampu senter dan kitab Alquran yang selalu terbuka di tangan kanan, pemain harus menghadapi hantu di lokasi. Saat terdengar suara tertawa kuntilanak yang keras misalnya, sosoknya masih sulit dicari.
Pada situasi seperti itu, muncul ayat demi seayat surat pendek Alquran di laya bawah seperti teks terjemahan film di bioskop atau televisi. Ayat berhuruf Arab itu harus dibaca dengan benar untuk menjauhkan jarak hantu dan serangannya. Satrio memasukkan 10 surat berayat pendek (juz amma).
Ketegangan muncul tiap kali hantu mendekat dan selalu dari arah belakang. Saking takutnya, ada pemain yang terlupa membaca ayat suci. Dalam hitungan detik, sang hantu akan mendekat dan mengakhiri permainan. “Game ini juga melatih orang membaca Alquran,” ujar mahasiswa Teknik Informasi ITB 2009 itu.
Gagasan game itu muncul ketika Satrio memegang Alquran saat ingin membuat game yang berbeda. “Kayaknya seru lawan setan pakai Alquran,” ujarnya. Sejak dua tahun lalu, ia membuat game itu di kamar kosnya di Jalan Tubagus Ismail. Sehari rata-rata ia habiskan 4 jam. Kadang ia bolos kuliah karena keasyikan membuat programnya.
Game yang juga menghabiskan uang produksi Rp 2,5 juta itu tak dijual. Ia membebaskan siapa pun yang suka mengunduhnya di ghaibthegame.wordpress.com.(fq/tempo)
sumber : eramuslim

Selasa, 09 Oktober 2012

ACT Imbau Masyarakat Berkurban untuk Pengungsi Rohingya

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyerukan agar masyarakat Indonesia untuk melakukan kurban bagi pengungsi Rohingya di Myanmar pada Hari Raya Idul Adha.

"Kami mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan kurban di Rohingya, karena lebih tepat sasaran di tempat pengungsian," ujar Direktur Tanggap Kemanusiaan Global ACT, Doddy Hidayat di Jakarta, Senin.

Di lokasi pengungsian yang serba kekurangan, lanjut dia, kurban akan lebih bermanfaat untuk perbaikan gizi bagi pengungsi. "Kami menargetkan bisa melakukan kurban sebanyak 1.000 ekor sapi," harap dia.

Masyarakat Indonesia yang ingin berkurban, lanjut dia, bisa menyalurkannya ke Lembaga Kemanusiaan ACT.

Kurban itu, lanjut dia, merupakan bagian dari Global Qurban yang menargetkan 5000 ekor sapi dan 5000 ekor kambing untuk 1.000.000 penerima manfaat. Kurban tersebut akan didistribusikan di daerah tertinggal, daerah rawan bencana dan wilayah konflik baik sekala nasional maupun internasional.

Selain mempunyai program kurban bagi pengungsi Rohingya, ACT juga mempunyai program lainnya yakni membangun tempat perlindungan atau "shelter" bagi pengungsi yang berada di Provinsi Rakhine, Myanmar itu.

Rencananya, ACT akan membangun tempat perlindungan yang terintegrasi yang terdiri dari rumah sakit, sanitasi, tempat bermain, sekolah dan rumah ibadah.

Etnis Rohingya di Myanmar mengalami tindak kekerasan oleh tentara Myanmar selama bertahun-tahun.

Badan Hak Asasi Manusia PBB (UNHCR) melaporkan pasukan keamanan Myanmar berada di balik upaya penghapusan etnis Rohingya sehingga konflik yang terjadi di Myanmar. Konflik itu telah memakan korban dalam jumlah besar dari etnis Rohingya dan sekitar 80.000 orang mengungsi.